Minggu, 04 November 2012

Bersama Khadijah (Inilah Rumah dimana Rasulullah Tinggal Bersama Khadijah)

Inilah reruntuhan rumah dimana Rasulullah tinggal bersama Khadijah selama 28 tahun

Written By: Dr.Dianova Anwar
www.dianovaanwar.blogspot.com Khadijah bukan saja seorang wanita yang kaya,berasal dari kalangan bangsawan dan memiliki paras yang jelita,namun ia juga seorang wanita yang cerdas dan berakhlak mulia,sehingga meskipun ia seorang janda,ia sangat disegani oleh para bangsawan Quraisy. Adalah Maisarah,seorang budak laki-laki Khadijah,yang menginformasikan kepada Khadijah bagaimana ia melihat secara langsung tentang kemuliaan akhlak Rasulullah selama perjalanan perdagangan mereka ke negeri Syam.Pada saat itu Khadijah menjalin kerjasama “business” dengan Rasulullah dengan system bagi hasil,barang dagangan darinya,sedangkan Rasulullah yang menjualnya.Telah terdengar oleh Khadijah sebelumnya tentang kejujuran dan kemuliaan akhlak Rasulullah,dan Maisorah,budaknya menambah keyakinanannya bahwa Rasulullah merupakan suami yang tepat bagi dirinya.Menikah di usia yang tidak muda lagi,Khadijah berumur 40 tahun sedangkan Rasulullah berusia 25 tahun.  
 
Khadijah adalah satu-satunya istri Rasulullah yang mendampingi beliau sebelum kenabian dan setelah kenabian beliau.Dan Rasulullah,tidak pernah memadunya hingga wafatnya.Dari Khadijah lah (kecuali anak rasulullah yang bernama Ibrahim) lahir anak-anak Rasulullah berjumlah 6 orang,2 laki-laki,dan 4 perempuan.Yang laki-laki bernama Al-Qasim dan Abdullah (gelarnya Ath-Thayyib/yang baik dan Ath-thoohir/yang suci) keduanya wafat dikala masa bayi dan masih kecil.Sedangkan anak perempuan beliau bernama Zainab,Ruqayyah,Ummu Kultsum dan Faathimah.Ruqayyah dan Ummu Kultsum dinikahkan dengan Utsman bin Affan,sahabat Rasulullah, -secara satu persatu-oleh karenanya Utsman bin Affan dikenal dengan julukan Dzunnurain, yang artinya yang memiliki 2 cahaya,maksudnya ia menikahi 2 putri rasulullah;sedangkan Faathimah dinikahkan dengan Ali bin Abi Thalib,sahabat Rasulullah yang juga sepupu beliau.     
 
Ditaqdirkannya rasulullah menikah dengan Khadijah ternyata menyimpan “rahasia” dan hikmah yang terkuak setelah rasulullah diangkat menjadi Rasul.Kematangan usia Khadijah dalam menenangkan hati beliau,ketika beliau ketakutan dan resah setelah malaikat Jibril menemuinya dan menyampaikan wahyu yang pertama sekali dari Allah Swt.Khadijah juga merupakan wanita pertama yang memeluk agama Islam.Kekayaan Khadijah pula banyak membantu dalam kegiatan da’wah Rasulullah,ditambah lagi keturunan yang Rasulullah dapatkan darinya.Begitu besar pengorbanan Khadijah dan begitu berartinya ia bagi beliau sehingga setelah Khadijah wafat Rasulullah selalu teringat padanya dan selalu menyebut-nyebut namanya, yang sudah tentu menimbulkan kecemburuan pada istri-istri beliau yang lain,termasuk Aisyah.Khadijah adalah salah seorang wanita yang dijamin ahli surga. Dalam hadits Shahih Bukhari dari Abu Hurairah,dia berkata,”Jibril mendatangi Rasulullah Saw seraya berkata,”Wahai Rasulullah! Inilah Khadijah,dia telah datang dengan membawa bejana,di dalamnya ada lauk pauk,makanan atau minuman;bila dia nanti mendatangimu,maka sampaikan salam Rabbnya kepadanya serta beritakan kepadanya kabar gembira perihal istana untuknya di surga yang terbuat dari mutiara, yang tidak ada kebisingan maupun rasa didalamnya” (HR.Bukhari).       
 
Rasulullah tinggal bersama Khadijah di Makkah sebelum beliau melakukan hijrah ke Madinah. Begitu pula kuburan atau makam Khadijah terletak di kota Makkah,sekitar 1 km dari arah utara Masjidil Haram,di pemakaman Ma'la.
 
 

 

Reruntuhan rumah Nabi Muhammad Saw bersama Khadijah dari dekat


Sisa reruntuhan pintu masuk ke kamar Rasulullah Saw pada rumah yang didiami Rasulullah bersama Khadijah

 

Reruntuhan kamar tempat Faatimah dilahirkan
 

Inilah Sisa reruntuhan kamar Rasulullah Saw dan istrinya,Khaadijah


Mihrab yang digunakan Rasulullah ketika bersholat


Kuburan Khadijah di Makkah(yang besar) dan puteranya Al-Qasim (yang kecil di sudut)

1 komentar:

  1. Reruntuhan Rumah Rasulullah SAW beserta Khadijah yang baru ditemukan ini letaknya di bawah WC umum sebelah utara Rumah kelahiran beliau SAW. Itulah salah satu penghinaan Muhammad bin Abdul Wahhab (Wahabi) terhadap Rasulullah. Dengan berdalaih menghindari sirik Rumah Rasulullah SAW pun dijadikan WC.

    BalasHapus