Minggu, 02 Desember 2012

Mengenang Perang Bosnia yang Mengoyak Asa

Pemakaman kembali korban pembunuhan Massal Srebrenica,Bosnia Timur (Foto:BBC)
www.dianovaanwar.blogspot.com Bagi kalangan remaja,khususnya yang beragama Islam,yang saat ini masih berusia belasan tahun,mungkin saja ini adalah pertama kali mendengar tentang perang Bosnia; atau juga sudah mendengarnya namun hanya sekilas.Dan hari ini, saya teringat kembali akan perang di Bosnia Herzegovina,sebuah wilayah di bekas negara Yugoslavia yang penduduknya mayoritas beragama Islam.Saya teringat,sebab ada sebuah program di tv Al-Jazeera hari ini yang menyajikan tentang bagaimana keadaan Bosnia di era sekarang ini.

Perang Bosnia Heregovina adalah perang yang terbesar di Eropa setelah perang dunia kedua,yang terjadi dari tahun 1992-1995.Perang ini menjadi perang 'pembersihan Muslim Bosnia' yang menewaskan sekitar 800.000 orang dan lebih dari sejuta orang mengungsi.Wanita-wanita diperkosa,wanita-wanita hamil dibunuhi,semua pria,termasuk remaja dan anak-anak laki Muslim yang masih berusia dibawah umur 17 tahun di bunuh secara massal.Hal ini bisa disaksikan dalam film dokumenter al-Jazeera dan saksi hidup seorang pria yang kala itu masih berusia 13 tahun.Di mana anak-anak remaja pria dibawa ke penjara,kemudian dalam keadaan tangan terikat digiring per 10-15 orang keluar kemudian disuruh menghadap ke tembok dan ditembaki.Ada pula yang di giring ke dalam lubang-lubang yang telah digali kian sebagai kuburan mereka.Anak-anak remaja itu disuruh berbaring didalam lubang dalam keadaan tangan terikat,kemudian ditembaki.Nyawa manusia sama seperti dianggap nyawa ayam.Begitu mudahnya membunuhi manusia.Lain lagi yang disiksa,baru dibunuh,dan lain lagi yang dalam keadaan terikat dibunuh d dalam penjara.Anak-anak remaja ini dikuatirkan bila dewasa kelak akan dapat memegang senjata memerangi orang-orang Serbia.Di bulan Juli,2012 ini,tepatnya pada tanggal 11 Juli 2012 telah diselenggarakan pemakaman kembali untuk 500 orang korban akibat pembantaian pembunuhan massal Srebrenica,Bosnia Timur-sekitar 17 tahun yang lalu,setelah diidentifikasi. 

Seorang ibu menangis di antara keranda-keranda mayat korban pembunuhan massal Muslim Bosnia

Sekedar informasi,pasca runtuhnya negara komunis Uni Soviet,Yugoslavia pun menyusul,dengan pecahnya negara ini menjadi 6 negara,yaitu Serbia,Kroasia,Bosnia,Macedonia,Slovenia dan Montenegro.Slovenia dan Kroasia adalah 2 negara baru yang mulai memisahkan diri.Adapun Bosnia,melalui referendum di tahun 1992 menyatakan diri menjadi negara yang berdaulat dipimpin presiden Alija Izatbigovic.Hal inilah yang memicu pembantaian rakyat Muslim Bosnia oleh Serbia yang dipimpin oleh bangsa Slobodan Milosevic pada tahun 1992.Negara Bosnia yang dideklarasikan ini terdiri dari multi etnis dengan komposisi 43,7 % etnis Bosnia-Muslim,31,3 % etnis Seerbia/Serbia Bosnia yang beragama Kristen Ortodox,17,3 % beretnis Kroasia/Kroasia Bosnia (beragama Katolik Roma) dan 5,5 % etnis lainnya. Pada awal peperangan yang terjadi di tahun 1992,etnis Bosnia dan Kroasia bersama-sama menghadapi tentara Serbia.Namun sewaktu 70% wilayah Bosnia telah berhasil direbut tentara Serbia,etnis Kroasia di Bosnia berkhianat,dengan bantuan negara Kroasia,mereka berusaha mengambil wilayah yang tersisa (30%).Sudah tentu situasi ini membuat Muslim Bosnia terjepit,ditengah serangan dua musuh sekaligus,dan embargo senjata yang masih diberlakukan oleh PBB dan negara-negara Barat,datanglah bala bantuan mujahidin dari seluruh dunia.Di saat Muslim Bosnia telah menguasai kembali 51 % wilayahnya,tekanan politik pun datang dari dunia internasional,yang berakhir dengan perjanjian Deyton di Paris ,Desember 1995,dimana wialyah Bosnia terpecah menjadi 2 negara bagian,yaitu Federasi Bosnia,yang terdiri dari etnis Bosnia dan Kroasia dengan luas wilayah 51 %; dan negara Republik Serbska,yang terdiri dari etnis Serbia,dengan laus wilayah 49 %.

Ironinya,program yang saya saksikan hari ini,adalah seorang wanita tua Muslim Bosnia yang rumahnya masuk ke wilayah negara Republik Serbska,dan di atas tanahnya pula, tepat di depan rumahnya di bangun sebuah gereja.Suaminya telah dibunuh oleh tentara Serbia sewaktu perang,dan setelah perang usai ia pun kembali ke rumahnya,meski para tentara mencegahnya untuk menempati kembali rumah itu,namun ia tetap bersikeras,meski tidak ada lagi yang tersisa.Wanita ini menempuh jalur hukum,ia tidak ingin ada gereja didepan rumahnya,di atas tanahnya pula.Yang tidak habis pikir,beberapa gereja dibangun disekitar wilayah ini,padahal tidak ada pemeluk agama kristen di sana.Wanita ini mengatakan ini seolah-olah hendak memprovokasi kaum Muslim Bosnia.Bahkan ada sebuah gereja yang sedang dibangun,di dekat kuburan massal muslim Bosnia,yang jelas-jelas tidak ada seorang penduduk pun tinggal di daerah itu. Pihak berwenang yang berotoritas dalam pembangunan gereja-gereja tersebut yang mana adalah seorang pendeta,menolak berbicara tentang mengapa dibangun gereja di daerah-daerah yang nyata-nyata berpenduduk Muslim.Ia mengatakan bila ia tahu akan ditanyai tentang hal itu,ia tidak akan bersedia untuk temu wawancara (dalam hal ini dengan pihak al-Jazeera), karena ia sangka hanya pertanyaan seputar tanah wanita tua itu yang dibangun gereja diatasnya.Ia bilang pertanyaan ini memprovokasi.

Bagi saya pribadi,saya juga mau tahu alasannya mengapa.Dan artikel saya kali ini tidak bermaksud sediktipun memprovokasi,apalagi unsur sara.Saya,hanya mengingatkan sejarah umat Islam di Bosnia kepada remaja-remaja sekarang,khususnya di Indonesia.Sekarang ini,di Bosnia sendiri,sebagaimana yang saya saksikan,bagaimana sebagian remaja-remajanya di nina bobokkan oleh kompetisi menyanyi,dengan teriakan-teriakan dan histeria sama seperti di Indonesia.Apa yang ingin saya sampaikan adalah,bagaimana beruntungnya kaum Muslimin di Indonesia.Hidup nyaman dan bebas beribadah dengan jumlah penduudk muslim bukan saja terbanyak di Indonesia,namun juga terbanyak di muka bumi pada saat ini.Alangkah indahnya bila mesjid-mesjid diisi dengan sholat berjama'ah dan kegiatan-kegiatan positif lainya,seperti mengkaji ilmu-ilmu agama Islam.Terus terang,di kala perang Bosnia terjadi,saya masih duduk di bangku kuliah strata-1,dan memacu saya untuk belajar lebih tinggi lagi.Saya berfikir,bukan saja menambah ilmu,namun meninggikan bangsa,dan yang terutama agama saya,agama Islam.Seorang ulama mengatakan,bila ilmu agama menancap kuat ada pada setiap kaum Muslimin dan ia membawanya kemana pun ia pergi,bila ia politisi,ia akan menjadi politisi yang takut kepada Allah,ia tidak akan menanggalkan agamanya di rumah sebelum berangkat ke kantor.Demikian pula bila ia seorang insinyur,dan seterusnya.Sehingga tercipta pemuda-pemuda yang cerdas dan memiliki iman yang kuat serta pemahaman Islam yang luas.Singkat kata,keren bukan hanya karena ilmu dunia namun juga keren karena memahami ilmu agama Islam.Demikianlah uraian tentang Mengenang Perang Bosnia yang Mengoyak Asa dari www.dianovaanwar.blogspot.com semoga bermanfaat.

Sumber referensi:
-Al-Jazeera
-BBC
-meisusilo.wordpress

   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar