Tampilkan postingan dengan label Jendela Da'wah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jendela Da'wah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Februari 2014

MENJADIKAN KEMATIAN SEBAGAI MOTIVATOR DALAM KEHIDUPAN

Written by: Dr.Dianova Anwar

 

www.dianovaanwar.blogspot.com Kematian merupakan salah satu fase yang harus dilewati oleh setiap manusia.Dengan berakhirnya kehidupan di dunia,maka terputuslah berbagai harapan dan angan-angan. Tidak ada lagi kesempatan kedua untuk kembali ke dunia, untuk bertobat, memperbaiki diri, memperbanyak ibadah dan berbuat kebaikan.Sudah ada ‘dinding pemisah’ berupa alam barzakh yang tidak dapat ditembus oleh siapa pun.Setelah berada di alam barzakh, manusia akan dibangkitkan (Yaumul Ba’tsi)menuju padang mahsyar untuk menjalani proses penghisaban atau penghitungan amal perbuatan selama berada di dunia.Dengan selesainya proses penghisaban dan penerimaan ‘buku amal’ maka tahulah manusia ke mana ia akan berada,di surga atau di neraka,itupun harus melewati shirathal mustaqîm,;siapa yang selamat,sampailah ia di surga,siapa yang tidak,terjatuhlah ia ke dalam neraka.

Begitu panjang proses yang akan dilalui oleh manusia setelah kematian,sementara kesempatan yang diberikan hanyalah sedikit,hanya beberapa saat di dunia ini.Dan kematian,tidak ada seorang jua pun yang mengetahuinya;kapan dan dimana ia akan mati.”Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati” (QS.Luqman:34).Kematian juga tidak dapat didahulukan atau diundurkan walaupun barang sesaat (Qs.An-Nahl:61).Dari Anas r.a,ia berkata, ”Rasulullah Saw  membuat beberapa garis lalu ia bersabda,”Ini adalah harapan manusia dan ini ajalnya,tatkala ia berada dalam harapan,tiba-tiba garis yang terdekat (ajal) mendatanginya” (HR.Bukhari).
Kematian itu sendiri selalu diorientasikan dengan kesedihan atau ketakutan, diantara penyebabnya adalah belum siapnya diri  seseorang dalam menghadapinya. Karenanya, sebagian orang- terutama kaum muda-akan mengatakan,”Jangan dulu membicarakan tentang kematian,mumpung masih muda,hidup adalah untuk dinikmati,nanti setelah tua baru bicara soal kematian….”.Pernyataan ini seolah-olah menyimpan makna tersirat bahwa kematian hanya akan segera mendatangi orang-orang yang telah berusia senja,sementara yang masih muda berada di list yang paling belakang.Padahal,begitu banyak orang-orang yang masih berusia muda menemui ajal tanpa terduga.Kita mengira orangtuanya yang sakit-sakitan lah yang akan wafat lebih dahulu, namun ternyata ia,yang kemarin masih dengan tegaknya berdiri dan berbicara, berpulang ke rahmatullah lebih awal.  

Bagaimana bila persepsi tentang kematian dibalik, kematian justru dijadikan sebagai motivator dalam kehidupan.Dengan menyadari bahwa setiap saat kematian akan menjemput,kita akan berpacu dengan waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian.Dengan mengingat kematian,kita akan bersemangat untuk mencapai kesuksesan, baik sukses duniawi maupun sukses ukhrawi.Sukses duniawi dijadikan alat untuk mencapai sukses ukhrawi.Misalnya saja,seorang pengusaha menginfakkan sebagian daripada hartanya untuk kemaslahatan umat,seperti menyantuni fakir miskin dan anak-anak yatim.Di sini ia telah mencapai kesuksesan keduanya,kesuksesan hidup di dunia dan membekali diri untuk mencapai kesuksesan di akhirat kelak.
Mengingat kematian juga dapat dijadikan pemicu semangat dalam menjalankan ibadah, bermua’amalat (hubungan antar sesama manusia)dan dalam melakukan amal-amal sholeh. Bila kita merasa malas beribadah,kita akan ingat,jika kematian menjemput maka tidak akan ada lagi kesempatan kedua; bila kita berselisih dengan orang lain  tidak akan ada peluang lagi untuk meminta maaf,dan amal-amal sholeh juga tidak akan dapat dilakukan lagi,sebab kita telah meninggalkan dunia yang fana ini.Kematian juga dapat dijadikan penyemangat dalam menorehkan nama baik kita,sehingga nama kita tetap abadi diingat dan dikenang akan segala perbuatan dan kebaikan yang telah kita kerjakan.Sebagian orang mendapatkan ini dikala ia masih hidup lagi dan berlanjut hingga setelah kematiannya,dan sebagian yang lain mendapatkan namanya harum setelah ketiadaannya.Disinilah berlaku pepatah, ”manusia mati meninggalkan nama…”.

Senin, 20 Januari 2014

Kabar Gembira Bagi Penikmat Dhuha……


Written by: Dr.Dianova Anwar
 
www.dianovaanwar.blogspot.com Banyak amalan yang dapat dikategorikan ke dalam amalan sedekah diantaranya adalah mengucapkan lafazh Subhaanallah, Alhmadulillah, Allahu Akbar,Laa ilaaha illallah, beramar ma’ruf nahi mungkar bahkan walau hanya tersenyum ramah ketika bertemu sapa dengan sesama Muslim.Tapi tahukah anda, ada satu amalan yang dapat menutupi itu semua? Simaklah hadits shahih berikut ini:

Dari Abu Dzar r.a, Rasulullah Saw bersabda: “Setiap persendian kalian wajib bersedekah, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap ucapan tahmid adalah sedekah, setiap ucapan tahlil adalah sedekah, dan setiap ucapan takbir adalah sedekah, serta menganjurkan berbuat kebajikan adalah sedekah, mencegah perbuatan mungkar adalah sedekah, dan semua hal tsb di atas cukup dengan melaksanakan sholat dhuha dua rakaat” (HR.Muslim).

Ya, sholat dhuha. Sholat sunnat ini didirikan pada waktu matahari sepenggalah naik, yakni ketika unta kecil kepanasan atau kira-kira antara pukul 8 -10 atau 11 pagi. Bila ditinjau dari segi kesehatan, jam-jam ini adalah jam-jam baiknya sinar matahari bagi kesehatan manusia.



Lalu, dapatkah mendirikan sholat dhuha lebih dari 2 raka’at?

Dari Aisyah r.a, ia berkata: “Adalah Rasulullah Saw melakukan sholat dhuha empat raka’at dan terkadang lebih, seperti yang dikehendaki Allah” (HR.Muslim).

Dari Ummu Hani r.a, ia berkata: ‘Aku mendatangi Rasulullah Saw di hari penaklukan kota Makkah, maka aku dapati beliau sedang mandi, tatkala selesai mandi beliau sholat delapan raka’at yaitu sholat dhuha”. (HR.Muttafaq ‘Alaih). Teks Hadits ini ringkasan dari salah satu riwayat Muslim.

Nah, tunggu apalagi, yuk sholat dhuha dimanapun kita berada.Bila anda orang kantoran, pergunakanlah waktu break anda untuk sholat dhuha; bila anda mahasiswa atau pelajar, pergunakanlah waktu istirahat belajar anda untuk sholat dhuha.Jangan sia-siakan kesempatan, waktu serta kesehatan anda di dunia ini untuk beribadah dan beramal hanya kepada Allah semata…..

Selasa, 23 Juli 2013

Model-Model Sholat Orang Yang Tidak Khusyuk


www.dianovaanwar.blogpsot.com Sholat bila ditinjau dari kata memiliki makna doa,sedangkan sholat dari segi istilah syar’i merupakan rangkaian gerakan dan bacaan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.Jenis sholat secara garis besar terbagi 2,yakni sholat fardhu dan sholat sunnat.Sholat fardhu bukan hanya sholat 5 waktu sehari semalam,namun ada juga sholat fardhu kifayah,yakni sholat untuk jenazah yang wajib dikerjakan oleh penduduk suatu tempat bila ada seorang muslim yang wafat; meski hanya sebagian yang mengerjakannya, maka gugur kewajiban dan yang tidak mengerjakan tidak berdosa.Sholat sunnat pun bermacam-macam,diantaranya adalah sholat sunnat rawatib (sholat sebelum atau/dan sesudah sholat wajib 5 waktu),sholat qiyamul-lail,sholat dhuha,sholat yang berdasarkan kondisi tertentu misalnya sholat minta turun hujan,sholat gerhana bulan dan gerhana matahari serta sholat istikharah (ketika bingung menentukan pilihan).

Kewajiban sholat merupakan ‘oleh-oleh’ yang dibawa Rasululullah kembali dari peristiwa Isra’ mi’ra.Perintah sholat 5 waktu sehari semalam sendiri merupakan hasil dari ‘discounan’ yang semula Allah menetapkan sholat 50 waktu sehari semalam.Rasulullah tahu,akan memberatkan umatnya oleh karenanya beliau minta keringanan.Itupun,masih banyak dari umatnya yang enggan melaksanakan perintah Allah yang satu ini.Coba kalau Rasulullah tidak menawar,nggak kebayang kapan kita bisa istirahat,kapan kita bisa cari makan.    

Di dalam praktek mendirikan sholat muncul berbagai istilah dari jenis-jenis atau model orang yang mendirikannya, yang mana salah satu faktor penyebab utamanya adalah ketidak khusyuk-an.Berikut model-model sholat orang yang tidak khusyuk:

·       Sholat Patas;disebut sholat patas atau sholat kilat atau express karena waktu pelaksanaannya cepat patas atau bagaikan kilat atau kayak kereta api express.Misalnya kita telah menyelesaikan sholat zhuhur dan hendak mendirikan sholat sunnat rawatib setelah zhuhur.Pada waktu yang bersamaan ada seseorang baru hendak memulai sholat zhuhur.Ketika sholat sunnat 2 rakaat anda berakhir, sholat zhuhur nya yang 4 rakaat pun berakhir.Anda sempat berpikir,”Ini aku yang kelamaan atau dia yang kecepatan?” anda pun memastikan nya dengan melihat jam di waktu yang lain.Terakhir bila orang tersebut anda kenal,anda pun akan berkata,”sholat mu koq cepat kali,kayak dikerjar-kejar”. Pada umumnya alasan yang diberikan adalah,”iya,masih ada lagi urusan”. Anda akan berkata dalam hati,”Setiap sholatkoq tetap ada urusan?”

·        Sholat Sambil Mikir,model sholat ini umumnya yang kita alami.Sambil sholat mikir, “Cicilan kereta ku gimana ya belum dibayar,ntar diambil showroom,sayang lah udah berapa bulan”;mikir,”Ini sajadah cantik kali dimana belinya”,mikir,’Panjang kali lah surah yang dibaca imam ini,mana udah ngantuk…”.Yang terakhir ini biasanya habis sholat langsung protes ama pak imam,apalagi kaloq sholat tarawih,”Pak imam,ayat nya jangan yang panjang-panjang lah… “.Adapun sholat yang sambil mikiri masalah dunia biasanya kita akan lupa, sudah berapa rakaat yang kita kerjakan.Akhirnya ragu-ragu,”sudah berapa rakaat ya?”  (sambil garuk-garuk kepala…);ada yang langsung menambah lagi,”ah mungkin kurang satu rakaat”, ada yang langsung sujud sahwi,sujud bila lupa,ada pula yang langsung ngulangi sholatnya lagi(kaloq yang ini capke kali lah…).

Dari Abu Hurairah r.a ia berkata,”Rasulullah Saw bersabda,”Bila Adzan untuk sholat dikumandangkan syetan lari dengan mengeluarkan kentut sehingga tidak mendengar adzan,maka bila adzan selesai dikumandangkan syetan datang lagi hingga apabila iqomat dikumandangkan syetan lari lagi hingga bila iqomat selesai syetan datang lagi kemudian mengusik pikiran orang yang sedang sholat,ia berkata: “Ingat ini,ingat itu, sesuatu yang tidak pernah ia ingat sebelumnya sehingga seorang lelaki tidak tahu telah berapa rakaat ia sholat” (HR.Muttafaq ‘alaih).  

·        Sholat Kejar Iklan; model sholat ini biasanya seperti sholat patas karena nggak mau kalah sama waktu iklan yang habis.Ini biasanya kaloq lagi seru-serunya nonton sinetron atau film,tiba-tiba adzan.Kaloq ngikuti syetan,”ntar aja lah tanggung…” tapi mengingat sholat awal waktu adalah utama,maka cepat-cepat lah ambil wudhu dan sholat. Sehingga ketika iklan belum lagi habis dianya sudah siap sholat.

Salah satu cara mengatasi ketidak khusyuk-an adalah dengan memahami bacaan sholat maupun ayat-ayat yang dibaca,sehingga kita seolah-olah berbicara,berkomunikasi dengan Allah.Penulis sendiri juga masih terus berusaha untuk dapat khusyuk di setiap mendirikan sholat,sebab iman manusia kadang berada di bawah kadang berada di atas,karenanya berusaha terus untuk melakukan yang terbaik, paling tidak diusahakan stabil.Dengan mendirikan sholat secara khusyuk,maka manfaat nya pun akan dapat dirasakan,sholat bukan hanya baik untuk kesehatan, menenangkan pikiran,melatih kesabaran dan kedisplinan,menambah erat tali persaudaraan antar sesama muslim(sholat berjam’ah) namun sholat akan mencegah seorang Muslim dari perbuatan keji dan mungkar serta gerakan sujud dalam sholat merupakan wujud bahwa semua manusia sama di hadapan Allah, kecuali taqwanya;bahwa betapa rendahnya manusia, dan hanya Allah yang Maha Besar.Memahami segala aspek yang berkenaan dengan sholat akan membantu kita untuk tidak terperangkap dalam ibadah rutinitas yang berakhir tanpa bekas….

Menggunakan Lafazh Bismillah Dalam Kehidupan

www.dianovaanwar.blogspot.com Lafazh Bismillahirrahmaanirrahiim hendaknya bukan hanya dibaca ketika dalam sholat atau pun ketika membaca Al-Qur’an,namun lafazh ini hendaknya diterapkan dalam setiap kegiatan yang hendak dilakukan dalam kehidupan ini.Bila anda tidak hafal do’a sebelum makan,do’a ketika hendak tidur atau pun ketika keluar dari rumah hendak bepergian,anda dapat mengucapkan lafazh ini.

Lafazh Bismillahirrahmaanirrahiim bukan hanya memuji asma Allah,bahwa Ia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,akan tetapi dengan mengucapkan lafazh ini juga menunjukkan betapa tergantungnya kita kepada Allah.Kita adalah makhluk yang lemah,tidak memiliki kekuatan apapun.Mari kita lihat makna lafazh ini.Bi berarti dengan,ism berarti nama,ar-rahmaan memiliki arti yang Maha Pengasih atau Maha Pemurah,ar-Rahiim yang Maha Penyayang.Sifat Ar-rahmaan Allah akan diberikanNya kepada semua makhluk,baik manusia,hewan dan tumbuhan.Baik manusia yang beriman kepadaNya maupun yang ingkar.Maka janganlah heran, bila orang-orang yang memeluk selain agama Islam ada yang hidup serba berkelebihan bahkan dapat dikatakan “over”,karena sakin kayanya.Namun sifat Allah Ar-Rahiim,Maha Penyayang tidak demikian.Allah hanya akan menyayangi orang-orang yang beriman kepadaNya,dan ini hanya akan diberikanNya di hari kemudian kelak.

Selain daripada itu melafazhkan bismillahirrahmaanirrahiim ‘mewakili’ daripada niat kita ketika hendak melakukan suatu aktifitas,bahwa kita mengerjakannya hanya karena Allah Swt.

Kultum: Memakmurkan Masjid


 Written by: Dr.Dianova Anwar
www.dianovaanwar.blogspot.comMasjid yang bermakna tempat bersujud memiliki fungsi yang bukan hanya sebatas tempat untuk menjalankan rutinitas ibadah sholat 5 waktu sehari semalam serta sebagai tempat mendirikan sholat Jum’at.Di masa Rasulullah,masjid digunakan sebagai tempat sholat dan berda’wah,tempat memusyawarahkan problema-problema yang terjadi dalam umat,tempat dimana Rasulullah mengatur stategi perang bersama para sahabat, bahkan di dalam mesjid para penyair Islam seperti Hasan bin Tsabit menyajakkan bait-bait syair indahnya.Dengan kata lain,masjid menjadi pusat ibadah sekaligus pusat kebudayaan.  
 
Akan halnya di abad ke 21 ini,masjid pun telah mengalami perkembangan yang cukup pesat baik dari sisi arsitektur maupun pemanfaatannya.Misalnya saja,tidak sedikit masjid yang menyediakan perpustakaan yang terdiri dari Al-Qur’an dan buku-buku Islam yang dapat dibaca oleh jamaah ketika menunggu waktu sholat ataupun sesudahnya.Bukan mustahil,seiring dengan perkembangan tehnologi,kelak masjid akan memiliki sarana komputer dan internet yang mana dapat diakses oleh jama’ah yang ingin membrowsing website-website islami, download Al-Qur’an atau mendengarkan bacaan Al-Qur’an dan da’wah Islam lewat Real Player atau Youtube.Di beberapa Islamic Center di dunia seperti di kota New York,USA,masjid dijadikan sebagai pusat da’wah dalam mengenalkan agama Islam.Dan tak sedikit pula di sebuah Islamic Center terdapat perpustakaan dan bank sehingga seseorang yang hendak berurusan dengan bank,tidak memenuhi kesulitan untuk mendirikan sholat di masjid,karena jaraknya berdekatan.     
 
Adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian yang hanya mau memakmurkan masjid,hal ini disebutkan Allah dalam Al-Qur’an Surah at-Taubah:18, ”Sesungguhnya orang yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian,serta (tetap)mendirikan sholat,menunaikan zakat dan tidak takut kepada(apa pun) kecuali kepada Allah.Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk”.Dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Na’im dan Sa’id al-Khudri r.a,”Sesungguhnya rumah-rumahKu di bumi ialah masjid-masjid,dan para pengunjungnya adalah orang-orang yang memakmurkannya".
 
Selain sholat berjama’ah,masjid juga dapat dimakmurkan dengan berbagai aktifitas yang bermanfaat di dalamnya,seperti mengadakan dan mendengarkan pengajian,mempelajari Al-Qur’an dan mengkaji ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta sebagai sarana dalam mengumpulkan zakat, infak dan sedekah dari dan untuk umat.Ungkapan dunia barat atau orang-orang yang memeluk agama selain Islam yang menyatakan,”Masjid dibangun banyak-banyak,megah dan indah namun tidak ada yang datang apalah gunanya,lebih baik dibangun sekolah atau rumah sakit” mestinya dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi umat Islam.Pernyataan ini memerahkan daun telinga? Sudah pasti!Akan tetapi kita tidak dapat menutup mata akan realita,meski tidak semua mesjid kosong melompong ketika waktu sholat tiba.Kewajiban kitalah sebagai umat Islam untuk “menghidupkan” masjid, yang secara tidak tersadari insya Allah akan mengangkat derajat kita ke level ‘mukmin’ di atas level muslim.
 

Jumat, 19 Juli 2013

Kultum: Keutamaan Memberi Bukaan Puasa


 
Written by: Dr.Dianova Anwar
www.dianovaanwar.blogspot.com Tradisi saling memberi bukaan puasa dahulu sangat begitu terasa di bulan Ramadhan, dimana sesama tetangga saling bertukar menu hidangan berbuka.Biasanya diantar menjelang waktu berbuka atau maghrib tiba.Dengan demikian bukan hanya saling mendapat pahala dari menyediakan hidangan bukaan puasa namun juga menambah erat tali silaturrahmi antar tetangga.Tapi itu dulu….lalu bagaimana dengan fenomena saling mengantar bukaan puasa ini pada saat sekarang?
 
Pada masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan atau pinggiran kota mungkin tradisi ini masih bisa didapati, akan tetapi di daerah perkotaan orang-orang sudah lebih memprioritaskan untuk mengadakan buka puasa bersama baikdengan kolega, kerabat maupun dengan mengundang anak yatim atau fakir miskin ke rumah atau langsung diantarkan kepada mereka. Ini juga baik, judulnya masih menyediakan bukaan puasa, namun hanya sebatas itu tidak ada follow up nya lagi, khususnya buka puasa dengan mengundang anak yatim atau fakir miskin.
 
Apa yang penulis maksudkan adalah bila moment berbagi bukaan kepada yatamaa' dan fuqoraa' hanya sehari dalam setahun, maka saling mengantar bukaan kepada tetangga dapat berlangsung sebulan penuh di bulan Ramadhan dan berlanjut dengan makin eratnya tali silaturrahmi bertetangga di luar bulan Ramadhan.Maka untuk menjembati dan mendapati kedua hal ini sekaligus- memuliakan anak yatim, fakir miskin dan juga berbuat baik kepada tetangga-sebagian orang juga mengantar bukaan puasa kepada tetangga di saat mengundang yatim atau fuqoraa berbuka puasa di rumah.Hanya saja waktunya sudah tentu hanya sekali bukan saban hari.
 
Kebiasaan mengirim bukaan puasa ini bukan hanya didapati di Indonesia namun juga penulis dapati di India, di komunitas Muslim.Di Sudan sendiri tidak perlu ada acara antar mengantar sebab setiap hari orang-orang Sudan terutama yang berada di pinggiran kota dan pedesaan menggelar buka bersama di pinggir jalan.Di Saudi ini sendiri bila diundang untuk buka bersama maka itulah momentnya, itupun hanya sebatas berbuka tidak sekalian makan makanan berat seperti  undangan buka puasa bersama di Indonesia.Bila berbuka puasa di mesjid itu sudah biasa, karena di Indonesia pun begitu juga.
 
Salah satu hadits yang menyebutkan keutamaan orang yang memberi bukaan puasa berbunyi, “Dari Zaid bin Khalid al Juhani r.a dari Nabi Saw, ia bersabda, “Siapa yang memberi makan  berbuka bagi orang yang berpuasa niscaya untuknya seperti pahala orang yang diberinya, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa (yang diberi makanan berbuka) sedikitpun” (HR.Tarmidzi)
 

Sabtu, 22 Juni 2013

Seputar Ramadhan (Kriteria Taqwa Menurut Al-Qur'an)


Written by: Dr Dianova Anwar

 
www.dianovaanwar.blogspot.com Jika di Ramadhan tahun lalu, artikel Seputar Yerusalem menjadi salah satu artikel ungguglan di blog ini, maka pada Ramadhan tahun ini, saya akan mencoba untuk mengupas Seputar Ramadhan dari sudut pandang yang berbeda.
 
Ramadhan, bulan ke-9 dari kalender Islam (Hijriyah) merupakan bulan Maghfirah (ampunan), bulan Nuzulul Qur’an serta bulan dimana terdapatnya Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik daripada 1000 bulan.Definisi puasa Ramadhan sendiri adalah menahan diri dari makan,minum dan syahwat mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari, selama satu bulan lamanya di bulan Ramadhan, terkecuali bagi mereka-mereka yang terhalang untuk mengerjakannya seperti wanita haidh, nifas, hamil, sakit ataupun dalam perjalanan, yang semuanya dapat diganti diluar bulan Ramadhan atau dibayarkan fidyahnya.
 
TAQWA, PERINGKAT PUNCAK YANG HENDAK DIRAIH
 
Kewajiban berpuasa di bulan Ramadhan hanyalah ditujukan bagi orang-orang yang beriman, untuk tujuan akhir: menaikkan peringkat orang-orang yang beriman tsb ke level “Taqwa”.Simaklah firman Allah Swt berikut ini:“Wahai orang-orang yang berimana! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa” (QS.2: 183). Karenanya, bila ada seorang yang mengaku sebagai seorang Muslim, namun ia tidak melaksanakan perintah Allah yang satu ini, maka levelnya adalah masih berada di level atau peringkat seorang Muslim saja. Lebih jelasnya adalah,peringkat Mukmin atau beriman diatas peringkat Muslim (orang Islam), dan peringkat Taqwa berada di atas peringkat Mukmin.Untuk mencapai peringkat Taqwa, maka seorang Muslim harus sudah berada di level Mukmin. Mukmin sudah pasti Muslim, namun Muslim belum tentu Mukmin.Begitu pula Muttaqin (orang-orang yang bertaqwa) sudah pasti Mukmin dan juga sudah pasti Muslim, namun Mukmin belum tentu bertaqwa.Oleh karena itu, janganlah anda heran, bila anda menjumpai seorang Muslim yang hanya puasa pada hari pertama dan terakhir saja, atau hanya berpura-pura puasa bila di hadapan orang lain.
 
Pengertian taqwa secara umum adalah melaksankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Kriteria orang yang bertaqwa banyak kita dapati di dalam Al-Qur’an, diantaranya adalah:
1.Kriteria Taqwa Menurut QS. Al-Baqarah: 2-5: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeqi yang Kami berikan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat. Merekalah yang mendapat petunjuk dari Rabbnya dan merekalah orang-orang yang beruntung”.Beriman kepada yang ghaib artinya beriman atau meyakini akan adanya Allah meski ia tidak melihatNya dan beriman kepada para malaikat.
 
2. Kriteria Taqwa Menurut QS.Al-Baqarah: 177 : ”Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, dan orang yang mendirikan sholat, menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila ia berjanji, dan orang yang sabar daalm kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”.
 
3.Kriteria Taqwa Menurut QS.Ali Imran: 133-136:” Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.(yaitu) orang yang berinfaq, baik diwaktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzhalimi diri sendiri (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah?Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu sedang mereka mengetahui. Balasan bagi mereka adalah ampunan dari Rabb mereka dan surga-surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya.Dan (itulah) sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal”.Bila ditelaah, maka begitu banyak kriteria yang harus dan harus dimiliki bagi seorang yang bertaqwa.Ini menunjukkan untuk menjadi seorang yang ‘berlabel’ bertaqwa tidaklah mudah, dan Ramadhan adalah salah satu cara dan jalan yang dapat membantu seorang mukmin menggapai predikat ini, dan diperlakukan pelatihan-pelatihan secara kontiniu setiap tahunnya.
 
Menahan diri dari lapar,dahaga dan nafsu syahwat dari fajar sampai maghrib bila kita tarik benang merahnya adalah masalah pengendalian diri dan pendisiplinan diri.Sama halnya ketika kita harus dapat mengendalikan diri untuk tidak marah, bersabar atas cobaan atau kesusahan hidup yang dihadapi sehingga tidak akan menghalalkan segala cara (melakukan tindak korupsi misalnya atau membungakan uang/riba), memaafkan kesalahan orang lain, menepati janji bila berjanji, gemar berinfak dalam kondisi apapun meski sedikit, memberi bantuan kepada orang-orang sekitar yang mengalami kesusahan serta sudah pasti melaksanakan perintah Allah seperti mendirikan sholat dan menunaikan zakat.Taqwa bukan hanya beriman atau meyakini rukun iman yang 6, namun taqwa juga mencakup bagaimana kita tidak menutup mata atas kesusahan atau penderitaan yang dihadapi oleh orang lain, sementara kita mampu untuk membantu.Taqwa juga bukan hanya sekedar mendirikan sholat dan membayar zaakt, sehingga kewajiban kita telah gugur, akan tetapi taqwa juga meliputi bagaimana kita menghargai orang lain dengan menepati janji bila berjanji atau mampu menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. Taqwa meliputi aspek Hablumminallah wa Hablumminannaas, secara vertikal “hubungan”kita  baik dengan Allah dengan melaksanakan seluruh perintahNya, menjauhi larangNya,dan secara horizontal hubungan kita juga baik dengan sesama manusia.
 
Lalu, bagaimana dengan orang yang berdusta padahal ia berpuasa? Sebagian ulama mengatakan nilai dari puasa orang itu berkurang.Akan tetapi daalm sebuah hadits shahih disebutkan,”Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata,” Siapa yang tidak meninggalkan berkata dusta dan mengamalkannya maka Allah tidak butuh orang tsb meninggalkan makan minumnya” (HR.Bukhari).Ini tekait bukan hanya karena kita harus menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dengan tidak berdusta,namun puasa adalah ibadah yang hanya Allah tahu kita melaksanakannya atau tidak.
 
Ganjaran puasa sendiri Allah sendiri yang akan memberinya, karena seorang mukmin berpuasa semata-mata hanya untukNya.Dari Abu Hurairah r.a ia berkata, “Rasulullah Saw bersabda: “Allah Azza Wajalla berfirman: “Setiap amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasanya itu untukKu, dan Aku yang akan membalasnya”. Rasulullah Saw bersabda: “Puasa adalah perisai, maka bila salah seorang kamu di hari  ia berpuasa janganlah berkata kotor dan banyak bicara, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan, ”sesungguhnya saya sedang berpuasa”, demi yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari bau  kasturi, bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dirasakan, disaat berbuka ia bergembira dengan makanan berbukanya dan di saat ia bertemu Rabbnya ia gembira dengan pahala puasanya (HR.Muttafaq ‘alaih).Teks hadits ini berasal dari Bukhari.Dalam riwayat Bukhari yang lain,”ia meninggalkan makanan,minuman dan syahwatnya karenaKu, puasa adalah untukKu dan Aku yang akan membalasnya, dan suatu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat”.
 
KEUTAMAAN PUASA
 
Ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah:
-Baik bagi kesehatan jasmani: usus dan pencernaan kita yang menggiling makanan tak henti siang dan malam ‘dipuasakan’ selama beberapa jam selama 1 bulan lamanya. Sama halnya bila anda menggunakan komputer non-stop, bukan hanya komputernya menjadi panas, tapi juga menjadi ‘hang’.- Baik bagi kesehatan jiwa, perut yang kosong akan membuat kita tidak cepat marah dan dapat mengendalikan diri. Kesehatan jiwa dapat diraih dengan adanya rasa asih kepada orang lain, memberi infak dan bantuan kepada orang-orang miskin dan anak-anak yatim
 
- Dari aspek sosial puasa dapat meningkatkan rasa solidaritas di antara sesama umat.Kita akan merasakan bagaimana rasanya bila orang-orang miskin tidak makan.Berinfak dan berzakat untuk orang-orang fakir miskin pada bulan Ramadhan juga mengurangi adanya ‘gap’ antara si miskin dan si kaya
 
– Puasa Ramadhan ‘menggembleng’ diri kita untuk siap dan dapat mengendalikan diri,‘tahan iman dan tahan banting’ akan terpaan dan godaan dunia untuk 11 bulan ke depan
 
–Puasa Ramadhan juga merupakan momen untuk pendisiplinan diri (menahan diri dari membatalkan puasa sejak fajar-tenggelamnya matahari)
 
–Ramadhan juga dapat meningkatkan etos kerja dan lebih konsentrasi dalam belajar/menuntut ilmu –Ramadhan dapat meningkatkan rasa ukhuwah Islamiyah dengan sholat berjama’ah atau buka bersama
 
–Puasa Ramadhan juga melatih kita untuk tetap istiqomah, tetap pendirian, dengan melaksanakan perintah-perintah Allah, termasuk berpuasa di bulan Ramadhan setiap tahunnya.
 
Pada akhirnya, ujung dari Ramadhan itu sendiri bukan hanya berpuasa sebulan lamanya untuk menggapai label Taqwa namun juga memperoleh ampunan dari Allah Swt.Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi SAW ia bersabda: “Siapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan keimanan dan keikhlasan diampunkan dosanya yang telah berlalu” (HR.Muttafaq ‘Alaih). Inilah yang membuat kita merayakannya di Idul Fithri, terlahir sebagai seorang yang fithri, seorang yang benar-benar bersih, seolah-olah baru terlahir kembali, bersih dari segala dosa……
 

Selasa, 11 Juni 2013

Ketika Berada Di Surga, Para Penghuninya Bernostalgia Kehidupan Dunia

Allahu Ta’ala berfirman.

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءلُونَ

قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ

“Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka,” Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman…” (Ash Shaffat 50-51)
“Dan sebagian mereka menghadap sebagian yang lain, saling tanya menanya. Mereka berkata,” Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah tengah keluarga kami merasa takut akan di azhab. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azhab neraka.” (Ath Thur 25-27)
Ibnu Abu Dunya menyebutkan hadits dari Rabi’ bin Shabih dari Hasan dari Anas bin Malik yang meneruskannya dari Rasulullah SAW,“Jika penghuni Surga telah memasuki Surga, maka setiap orang dari mereka merindukan pertemuan dengan saudaranya yang lain. Maka ranjang si Fulan berjalan menuju ranjang si Fulan. Ranjang si Fulan berjalan menuju ranjang si Fulan hingga keduanya berkumpul dan si Fulan ini bersandar di pundak si Fulan. Salah seorang bertanya kepada sahabatnya,”tahukah engkau, kapan Allah memberi ampunan kepada kita?” Sahabatnya menjawab,’ Pada hari ini dan itu di tempat ini dan itu, kita berdoa kepada Allah lalu Allah memberi ampunan kepada kita.”

Sumber : Ibnu Qayyim Al Jauziah dalam Hadil Arwaah ila Bilaadil Afraah  (Eramuslim.com)

Sabtu, 08 Juni 2013

7 Langit Yang Disinggahi Rasulullah Ketika Mi’raj (Peristiwa Isra’ Mi’raj)


Masjidil-Aqsa (kiri) dan Masjid Umar (Kubah As-Sakhra)
 

Written By: Dr.Dianova Anwar

www.dianovaanwar.blogspot.com Hari ini bertepatan dengan tanggal 27 Rajab, dimana peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi; peristiwa diisra’kannyanya Rasulullah dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa. Ibnul Qayyim berkata, “Menurut riwayat yang shahih bahwa rasulullah Saw diisra’kan dengan jasadnya dari Masjidil Haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendarai al-Buraq, ditemani oleh Jibril.Kemudian beliau singgah di sana dan shalat bersama para Nabi,dengan beliau sendiri sebagai imamnya,lalu  menambatkan al-Buraq pada gelang pintu masjid”.Pada malam itu juga, beliau dimi’rajkan dari Masjidil Aqsa menuju langit dunia.Jibril minta izin agar dibukakan pintu langit bagi beliau lalu terbukalah pintunya.
 
Dalam buku Perjalanan Hidup Yang Agung Muhammad Saw Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik Terakhir yang ditulis oleh Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri disebutkan, bahwa di langit pertama ini Rasulullah melihat Adam,bapak manusia.Beliau memberi salam kepadanya lalu dia menyambutnya dan membalas salam tsb serta mengakui kenabian beliau.Allah juga menampakkan kepada beliau ruh-ruh para syuhada’ dari sebelah kananya dan ruh-ruh orang-orang yang sengsara dari sebelah kirinya.  
 
Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit kedua.Jibril meminta izin agar dibukakan pintunya untuk beliau.Di sana beliau melihat nabi Yahya bin Zakaria dan Isa bin Maryam,lalu menjumpai keduanya dan memberi salam.Keduanya menjawab salam tsb dan menyambut beliau serta mengakui kenabian beliau. 
 
Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ke tiga.Di sana beliau melihat nabi Yusuf dan memberi salam kepadanya.Dia membalasnya dan menyambut beliau serta mengakui kenabian beliau.
 
Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ke empat.Di sana beliau melihat nabi Idris lalu memberi salam kepadanya.Dia menyambut beliau dan mengakui kenabian beliau.    
 
Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ke lima.Di sana beliau melihat nabi Harun bin Imran lalu memberi salam kepadanya.Dia menyambut beliau dan mengakui kenabian beliau.     
 
Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ke enam.Di sana beliau bertemu dengan nabi Musa bin Imran lalu memberi salam kepadanya.Dia menyambut beliau dan mengakui kenabian beliau.Tatkala beliau berlalu,Nabi Musa menangis.ketika ditanyakan kepadanya,”Apa yang membuatmu menangis?”Dia menjawab, ”Aku menangis karena ada seseorang yang diutus setelahku yang jumlah umatnya masuk surga lebih banyak daripada umatku”.    
 
Kemudian beliau dimi’rajkan lagi ke langit ke tujuh.Di sana beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim a.s lalu beliau memberi salam kepadanya.Dia menyambut beliau dan mengakui kenabian beliau. 
   
Kemudian beliau naik ke Sidratul Muntaha, lalu al-Bait al-Ma’mur dinaikkan untuknya.Kemudian Allah mewahyukan kepada beliau kewajiban sholat 50 waktu hingga pada akhirnya menjadi 5 waktu sehari semalam setelah rasulullah meminta keringanan kepada Allah.   
 
Bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj,salah satu televisi Jordan pada hari ini menyuguhkan suatu acara yang kreatif dan unik.Dengan mengambil lokasi Talk Show tepat di depan Qubbah As-Shakhra, mewancarai Imam Masjidil Aqsa, diselingi nasyid Islami yang mengambil lokasi tepat didepan Masjidil Aqsa serta jalan-jalan menelusuri Masjdil Aqsa,Masjid Qubbah As-Sakhra dan kota Yerusalem, mulai dari museum hingga ke daerah pertaniannya,dan disiarkan secara langsung, menurut penulis merupakan suatu acara yang sangat kreatif dalam memperingati momen Isra’ Mi’ra di tahun ini.Tidak hanya unsur da’wah yang didapatkan dari program ini,namun juga unsur wisata religi, sejarah Islami serta informasi.Dengan begitu,bagi yang belum mengetahui akan tahu, dan juga akan dapat membedakan mana Masjidil Aqsa dan mana Masjid As-Sakhra (Masjid Umar/Kubah Emas). 
 
Mudah-mudahan di tahun ini, kita sebagai umat Islam dapat merenungi,sudah sejauh mana pengetahuan yang kita miliki mengenai peristiwa Isra’ Miraj serta sudahkah kita mendirikan sholat 5 waktu sehari semalam secara rutin,jika sudah, sudah sejauh mana tingkat kualitas pelaksanaannya. Sholat bukan hanya merupakan kewajiban dan ‘oleh-oleh’ yang dibawa langsung oleh Rasulullah, akan tetapi ia merupakan inti daripada peristiwa Isra Mi’raj itu sendiri…….
 

Selasa, 04 Juni 2013

Berlomba-Lomba dan Bersegera Dalam Kebaikan........


Written by: Dr.Dianova Anwar
www.dianovaanwar.blogspot.com Banyak ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang memerintahkan seorang Muslim untuk berlomba-lomba dan bersegera dalam mengerjakan kebaikan.Di antara ayat-ayat tersebut adalah QS.Al-Baqarah: 148: “….Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan”. Karakter berkompetisi dalam berbuat baik merupakan salah satu ciri khas daripada kepribadian seorang Muslim.Banyak jenis-jenis kebaikan yang dapat kita lakukan, walau hanya membangunkan anggota keluarga untuk mendirikan sholat, mengingatkan sesama kaum Muslimah untuk menutup auratnya,mengajak untuk mengaji via sms atau media jejaring sosial bahkan sampai menyingkirkan dari jalanan apa-apa yang menghalangi orang berlalu lalang, seperti duri atau pun pohon yang tumbang.Kelak jari jemari ini akan berbicara,kelak kaki ini akan berkata-kata, dan tidak seorang manusia pun yang akan dizhalimi oleh Allah, walau kebaikan yang pernah dikerjakan seberat zarrah begitu pula sebaliknya, walau kejahatan yang dilakukan seberat zarrah niscaya akan melihat balasannya (QS.99:7-8).
 
Seorang Muslim dalam melakukan kebaikan, bila didasari atas niat ikhlas, hanya mengharap ridho Allah semata, tidak akan pernah ‘kehilangan ide’ untuk senantiasa dan tetap berbuat kebaikan.Simaklah firman Allah Swt berikut ini,” Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sungguh,Allah beserta orang-orang yang berbuat baik” (QS.29: 69).   
 
Kita juga diperintahkan untuk bersegera dalam memohon ampunan kepada Allah,sebab tiada seorang manusia pun yang luput dari dosa dan tidak seorang pun yang tahu kapan ia akan mati karenanya jangan ditunda-tunda.”Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa”(QS.3: 133). Kita juga diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam mendapatkan “tiket” untuk masuk surga :“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.Mereka  (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.Mereka diberi minum dari khamar murni (tidak memabukkan) yang (tempatnya) masih dilak (disegel).Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba” (QS.83:22-26).   
 
Akhirnya,seorang Muslim yang senantiasa berbuat kebaikan atas landasan mencari ridho Allah semata,maka Allah menghilangkan di dalam hati mereka rasa takut dan sedih,”Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, dan dia berbuat baik,dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati” (QS.2: 112).
 
 

Senin, 03 Juni 2013

Muslimah, Apa Arti Jilbab Bagimu?


muslimah di rusiaJilbab ini tak sekedar penutup kepala karena rambut yang jelek
Jilbab ini tak sekedar penutup kulit yang hitam atau coklat karena termakan iklan pingin berkulit putih
Jilbab ini tak sekedar penutup kaki yang tidak panjang semampai
Jilbab ini tak sekedar ingin ikut-ikutan tren karena banyak artis berjilbab
Jilbab ini tak sekedar karena beli bahan kepanjangan mau buat apa sisanya
Jilbab ini bukan dipakai karena memang terpaksa karena instansi tempat kita belajar atau bekerja mengharuskan kita untuk berjilbab
Jilbab ini dipakai bukan karena ingin mencari perhatian lawan jenis agar dinilai alim …
 
Muslimah, lebih dari itu semua, ketahuilah bahwa di antara kasih sayang Allah terhadap kaum wanita adalah tidak mengabaikan hal-hal yang dapat menjadi kemaslahatan bagi mereka kecuali menganjurkannya dan memerintahkannya, dan tidak membiarkan apapun yang membahayakannya kecuali memperingatkannya dan menghindarkannya dari mereka.
 
Muslimah, bentuk kasih sayang Allah kepada kaum perempuan adalah memerintahkannya supaya mengenakan hijab yang syar’i jika ia telah mencapai usia baligh dan lebih banyak menetap dirumah. Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab 33, “Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku seperti orang-orang jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahli bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
Juga dalam QS. An-Nuur 3, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anaka-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
Juga dalam QS. Al-Ahzab 59, “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
 
Bagi saudari-saudariku yang sudah mengenakan pakaian muslimah tentu sudah tidak asing lagi dengan ayat-ayat diatas, bukan maksudku untuk meremehkan kalian semua dalam hal ini, akan tetapi aku tuliskan kembali semua ini sekedar untuk mengingatkan kembali tentang semangat kita semua dalam berpakaian mauslimah yang syar’i, karena di zaman yang serba modern saat ini bukanlah hal mustahil jika kita bisa saja tergoda oleh buaian dunia sehingga jauh dari aturan-aturan syariat. Naudzubillah. Tak terkecuali diriku. Semoga kita terhindar dari itu semua. Aku yakin, dengan saling mengingatkan di antara kita, Insya Allah akan menambah keimanan kita .
 
Teruntuk saudariku yang belum terketuk hatinya untuk mengenakan jilbab syar’i semoga dapat menambah wawasan dan menambah keyakinan bahwa tak ada kerugian ketika kita menaati apa yang Allah perintahkan. Saya dan muslimah lain mendoakan semoga kalian diberikan hidayah-Nya. Dan juga para lelaki, para suami maupun calon suami, sudah kewajiban Anda untuk juga tahu akan hal seperti ini karena Anda adalah pemimpin/calon pemimpin dalam keluarga yang tentunya anda mempunyai istri atau anak-anak perempuan yang menjadi tanggung jawab Anda untuk senantiasa mengingatkan dalam kebaikan dan nantinya pasti dimintai pertanggungjwaban.
Saudariku sudah selayaknyalah kita memudahkan orang-orang yang bertanggung jawab, karena kesadaran kita sendiri untuk berjilbab karena kita tahu kita lebih takut kepada Allah.
Saudariku, lalu sebenarnya hijab yang wajib dikenakan itu seperti apa?
  1. Menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan
  2. Tebal dan tidak transparan
  3. Tidak mengundang fitnah atau menjadi perhiasan bagi dirinya
  4. Longgar tidak menggunakan wangi-wangian
  5. Tidak menyerupai kaum laki-laki
  6. Tidak berbusana seperti wanita non-muslim
  7. Tidak mencolok
Saya hanya menuliskan poin-poinnya saja. Selanjutnya Anda bisa mengakses lewat buku-buku, salah satunya yang berjudul “Pakaian Wanita Muslimah” karya Syaikh Utsaimin. Saudariku, sudahkah kita, istri kita, anak-anak kita nantinya, saudara perempuan kita berjilbab sesuai syariah? Mari senantiasa perbaiki niatan kita dan juga busana kita sehingga ketika kita berpakaian tidak hanya sekedar ikut tren tapi juga berniat melaksanakan perintah Allah yang menuai pahala.
Saudariku, semoga tulisan sederhana saya ini bisa kembali mengingatkanku dan kalian semua. Dakwah tidak sekedar berkata akan tetapi butuh suri tauladan. Semoga kita bisa mengikuti suri tauladan yang baik, Nabi Muhammad Saw. Semoga kita senantiasa dimudahkan oleh-Nya untuk menapaki dinul Islam. Amiin
 
Penulis: Anindya Sugiyarto, Ibu rumah tangga dengan dua orang anak, tinggal di Rawasari, Jakarta Pusat
 
(source: eramuslim)

Minggu, 02 Juni 2013

Gadis Berjilbab dan Gadis Berbusana Mini

Pinky: Apakah semua wanita yang tutup aurat, pasti masuk syurga?
Muslimah: Yang pasti, wanita yang tak tutup aurat, kelak akan masuk neraka… :)
Pinky: mmm..Jilbab memang sangat baik, tapi mereka buat dosa juga.
Muslimah: Bila Iblis tidak mau ikuti perintah Allah untuk bersujud kepada Adam, dan dia menyalahkan perintah Allah itu…….
Muslimah: “Kalau aku juga sujud, aku akan lebih baik dan mulia”. Sama saja dengan jilbab. Jangan aturan berjilbab yang disalahkan, , “pakai jilbab tak semuanya baik,..semestinya..bla…bla…”
Pinky: kamu kayak lebih bagus aja tegur tegur aku, kau juga dulu jahat sekali dengan aku
Muslimah: Tidak terlarang dari Nabi untuk seseorang yang bahkan baru masuk Islam untuk lakukan dakwah kepada kaumnya. Maksudnya, dakwah itu keharusan…..
Muslimah: Selagi kamu masih Islam, dakwah itu wajib walaupun kamu sendiri masih belum berapa benarnya. Sekurang-kurangnya kamu itu insaf dan bertaubat sekarang.. :)
Tini Pinky: Walau kami pakai baju seksi tapi yakin deh hati kami baik.!!
Muslimah: Adakah kamu mendakwa diri kamu mempunyai hati yang suci, iman yang tinggi dan kamu sudah cukup menjamin derajat keimananmu tanpa perlu menutup aurat?
Pinky: Pakai celana ketat , itu hak kami. Kalau kamu tak suka , ya jangan lihat-lihat!
Muslimah: kamu berani jamin? bahwa semua lelaki mempunyai hati suci dan iman tinggi untuk menahan godaan syaitan serta nafsu yang membeludak?
Tini Pinky: kami rasa apa yang kami pakai tak seksi. Kami hanya senang keindahan. Terpulang kepada individu yang memandang kami.., so what??
Muslimah: Seksi atau tidak, kau tetap berdosa walaupun hanya menampilkan sehelai rambutmu.. :)
Pinky: Walau kami tak berjilbab, toh kami tetap sholat dan puasa…
Muslimah: Apakah kau yakin ibadahmu diterima? Kamu yakin cuma dengan berpuasa cukup menjamin bisa masuk syurga?
Pinky: Sukahati kamu sajalah. Kami tidak buat susah hidup orang lain…
Muslimah: Kau sebenarnya sudah susahkan bapak, abang, adik, suami serta orang lain dengan menarik mereka ke neraka bersama kamu disebabkan mereka tidak menegur dan gagal mendidik kamu…
Pinky: Apa yang kami pakai ini, antara kami dengan Tuhan.! Dan tidak dengan kamu bahkan orang banyak !
Muslimah: Kamu berani bicara di dunia, cobalah seberani ini kamu bicara kelak di depan Allah nanti? Ketahuilah melawan perintah Allah, satu aja kamu ingkari, kelak neraka tempatnya…Wallahu alam
Pinky: Bukan kami tidak ingin menutup aurat, cuma masih belum sanggup aja sekarang.
Muslimah: Nyawa siapa yang tahu, Mati tidak mengenal usia. Tidak takut mati dalam usia muda? Nanti tidak sempat bertaubat….
Pinky: Jangan menuntut perubahan drastislah .. Slow-slow aja..
Muslimah: Boleh kamu bicara ke Malaikat Izrail ya nanti, hai malaikat tunggu sesaat! Slow slow aja ya . Jangan ambil nyawa ku sekarang.. bisa begitu?
Pinky: Tutup aurat itu bagus tapi kami tidak mau munafik karena belum ikhlas melakukannya.!
Muslimah: Kalau begitu kamu sebenarnya memang munafik karena tidak ikhlas beragama Islam…
Pinky: ………………………
Muslimah: sekadar renungan kita bersama ya :)…itu pilihan kamu sendiri, dan konsekwensi kamu juga yang nanggungnya…
 
 
 
 
source:www.eramuslim.com